Upaya untuk membangun tradisi pembelajaran, pengelolaan organisasi, dan kinerja pegawai, maka peranan iklim organisasi sangatlah penting. Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk meneliti hal yang berkaitan dengan persoalan pentingnya suatu iklim organisasi yang berkaitan dengan peningkatan suatu kinerja orang-orang yang berada dalam organisasi tersebut, sehingga kajian yang diambil dalam penelitian ini adalah: Peranan Iklim Organisasi Dalam Meningkatan Kinerja Pegawai Pada Biro Umum Pemerintah Provinsi. Kajian dilakukan pada Biro umum dikarenakan institusi ini sebagai urat nadi dalam pemerintahan daerah sehingga dituntut berfikir global, serta mempunyai visi dan misi yang jauh berwawasan ke depan. Dengan kata lain biro umum harus mampu memiliki strategi yang tepat supaya mampu mengantisipasi kendala-kendala yang terjadi sebagai dampak dari perubahan lingkungan yang cepat. Salah satu kunci untuk meraih hal di atas adalah iklim organisasi yang mendukung. Jenis studi yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif dengan analisis kuantitatif berupa statistik deskriptif berupa persentase rata-rata jawaban responden yang menjelaskan tentang peranan iklim organisasi dalam meningkatkan kinerja pegawai pemerintah pada Biro Umum Provinsi, dimana Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai yang tercatat di Biro Umum Provinsi, sampel penelitian dilakukan secara acak sederhana atau simple random sampling. Data yang diperoleh dari lapangan, baik data sekunder maupun primer disusun dan disajikan dan dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif berupa tabel tunggal dengan menghitung frekuensi jawaban responden dan hasilnya kemudian di analisis dan dinarasikan sesuai dengan masalah penelitian.
Minggu, 20 November 2011
Analisis Kinerja Aparatur dalam Pelayanan Masyarakat Pada Kantor Camat
Pelayanan yang dibutuhkan masyarakat di Kecamatan sangat kompleks, mulai dari masalah yang berkaitan dengan antar keluarga, antar masyarakat, sampai dengan masalah hukum. Tidak semua kebutuhan masyarakat dalam pelayanan dapat dipenuhi oleh aparatur yang mempunyai tugas dalam memberikan pelayanan masyarakat dikarenakan ada beberapa hal yang dapat menentang hukum. Permasalahan lain dalam pelayanan di Kecamatan terkadang juga terjadi diakibatkan oleh Pegawai Negeri Sipil itu sendiri yang ada di kecamatan dan kelurahan. Masalah yang masih belum bisa diperbaiki sampai dengan saat ini pada kinerja Pegawai Negeri Sipil adalah masalah kedisiplinan. Masalah ini bukan hanya memberikan dampak bagi pelayanan masyarakat saja tapi juga memberikan dampak yang sangat mempengaruhi kriteria seorang Pegawai Negeri Sipil. Sehingga perlu adanya pembenahan terhadap kinerja aparatur di Kecamatan. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan induktif. Unit analisis adalah Pegawai Negeri Sipil Kecamatan dan informan dihimpun dari para tokoh masyarakat. Instumen utama dilengkapi dengan wawancara, observasi dan dokumentasi.
Senin, 14 November 2011
Partisipasi Masyarakat Dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP)Di Kecamatan
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP)
merupakan program untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan secara
terpadu dan berkelanjutan yang berbasis pemberdayaan dan partisipasi
masyarakat. Maka Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi
masyarakat dalam PNPM-MP di Kecamatan. Pelaksanaan program
pemberdayaan masyarakat mensyaratkan keterlibatan langsung dari
masyarakat, karena adanya partisipasi masyarakat, maka hasil pembangunan
tersebut akan sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat itu
sendiri. Untuk dapat meningkatkan partisipasi masyarakat Kecamatan, maka masih dibutuhkan peranan dari para pelaku pemberdayaan
yang diharapkan mampu sebagai agen perubahan. Para pelaku pemberdayaan
yang diharapkan sebagai agen perubahan di Kecamatan Tarutung adalah
Fasilitator, Kader Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Daerah.
Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif dan
kuantitatif.
EVALUASI PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN (PNPM-MP) TERHADAP PENGEMBANGAN SOSIO-EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN
Tujuan Penelitian ini adalah 1). Mengevaluasi pelaksanaan Program
PNPM-MP di Kecamatan, 2). Menganalisis
dampak kondisi Sosio-Ekonomi masyarakat sebelum dan sesudah dilaksanakan
Program PNPM-MP 3). Menganalisis dampak kondisi Sosio-Ekonomi antara
masyarakat yang menerima bantuan dan masyarakat yang tidak menerima
bantuan Program PNPM-MP dengan metoda/analisis data yang digunakan
adalah analisis deskriptif dan analisis Uji Beda Rata-Rata (Compare
Mean)
Efektivitas Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) di Desa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas
pelaksanaan kegiatan simpan pinjam perempuan pada dua kelompok simpan
pinjam perempuan. Efektivitas pelaksanaan kegiatan simpan pinjam
perempuan dalam penelitian ini, dilihat melalui 4 indikator, yaitu :
tingkat kualitas, tingkat kuantitas, tingkat dampak dan tingkat waktu.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dimana sampel dalam
penelitian ini adalah semua anggota dari dua kelompok simpan pinjam
perempuan. Instrumen analisa data yang
digunakan adalah kuesioner, wawancara, serta tabulasi data yang tertuang
dalam tabel data tunggal.
Analisa data yang dilakukan, melihat
dari 4 indikator dalam melihat efekktivitas suatu kegiatan, yaitu
terdiri dari : tingkat kualitas, tingkat
kuantitas, tingkat dampak, tingkat waktu.
Minggu, 13 November 2011
Partisipasi Masyarakat Dalam Membayar Pajak Bumi Dan Bangunan (Studi di Kecamatan)
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam
membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kecamatan. Adapun sumber data yang dugunakan oleh
penulis dalam melakukan penelitian ini adalah primer dan data sekunder.
Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah dengan melakukan
wawancara, observasi, penelitian kepustakaan dan studi dokumentasi.
Sedangkan teknis analisis data yang digunakan adalah metode dekriptif
dengan analisa kualitatif. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan pajak
langsung yang dipungut oleh pemerintah pusat, namun hasil penerimaannya
ditujukan untuk kepentingan masyarakat di daerah yang bersangkutan
dengan letak objek pajak tersebut sehingga sebagian besar hasil
penerimaan tersebut diserahkan kepada pemerintah daerah. Masyarakat
harus berpartisipasi dalam pembayaran PBB karena masyarakat sebagai
penentu. Masyarakat yang mempunyai objek pajak sebagai wajib pajak harus
memenuhi kewajiban mereka. Dalam hal ini partisipasi masyarakat sangat
dibutuhkan dan diharapkan demi kelancaran pembangunan masyarakat, nagari
dan kecamatan. Tingkat Partisipasi masyarakat yang tinggi dalam hal
kepemimpinan, komunikasi, pendidikan, sikap petugas kolektor PBB,
kesadaran, antusiasme dan tanggungjawab merupakan indikator untuk
mengukur partisipasi masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan.
Hubungan Fungsi Kepemimpinan Camat Dengan Efektivitas Kerja Pegawai
Kepemimpinan merupakan kebutuhan mutlak yang harus dimiliki karena
kepemimpinan sebagai penggerak roda organisasi, yang dilakukan dengan
meyakinkan bawahannya agar bekerja dengan baik untuk mencapai tujuan
organisasi. Pemimpin di setiap organisasi memerlukan dan mengharapkan
sejumlah pegawai yang cakap dan terampil di bidang pekerjaannya, sebagai
seorang yang membantunya dalam melaksanakan tugas-tugas yang menjadi
beban kerja masing-masing pegawai. Dalam arti seorang pemimpin
menginginkan sejumlah pegawai yang efektif dalam melakukan pekerjaannya
Kepemimpinan akan berlangsung efektif bilamana mampu memenuhi fungsinya.
Maksud fungsi disini adalah jabatan dari pekerjaan yang dilakukan.
Untuk itu setiap pemimpin harus mampu menganalisa situasi sosial
kelompok organisasinya, yang dapat dimanfaatkan dalam mewujudkan fungsi
kepemipinan yakni dengan cara kerja sama. Fungsi kepemimpinan itu
berhubungan langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan
organisasinya, yang mengusyaratkan bahwa setiap pemimpin berada dalam
situasi sosial tersebut. Pemimpin harus berusaha agar menjadi bagian
dalam situasi kelompok oganisasinya. Efektivitas kerja pegawai merupakan
suatu uasaha pegawai untuk mencapai tujuan organisasi yang sesuia
dengan standar organisasi. Efektivitas pegawai sangat tergantung pada
sumber daya manusianya, karena pada hakikatnya keberhasilan organisasi
merupakan keberhasilan yang dicapai oleh perorangan dalam organisasi
tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur seberapa besar
hubungan fungsi kepemimpinan camat dengan efektivitas kerja pegawai pada
Kantor Camat. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan
pendekatan korelasional. Setelah melakukan
pengumpulan data baik melalui kuesioner dan observasi langsung ke
lapangan kemudian di analisa berdasarkan analisa koefisien korelasi
produk moment dan nilai
koefosoen determinant (D).
Langganan:
Postingan (Atom)