Dalam Peraturan Pemerintah No. 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat
Pegawai Negeri Sipil jo Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 2002 jo. Motivasi kerja merupakan hal yang mempengaruhi hasil kerja seorang
Pegawai Negeri Sipil.
Motivasi merupakan salah satu tantangan berat yang harus dihadapi
seorang Pegawai Negeri Sipil secara individu maupun Pimpinan agar dapat menggerakkan para
Pegawai Negeri Sipil senantiasa mau
mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk kepentingan Kantor.
Motivasi Pegawai Negeri Sipil dalam bekerja adalah adanya gaji kemudian
dikuti dengan kenaikan pangkat serta jabatan. Hal-hal tersebut selalu
didambakan Pegawai Negeri khususnya Pegawai Negeri Sipil dalam hubungannya dengan peningkatan motivasi
kerja yang lebih baik.
Kamis, 10 November 2011
Peranan Komunikasi Horizontal Terhadap Efektifitas Kerja Pegawai
Salah satu tantangan besar dalam menentukan pola komunikasi organisasi
adalah proses yang berhubungan dengan jaringan komunikasi. Jaringan
komunikasi dapat membantu menentukan iklim dan moral organisasi yang
nantinya akan berpengaruh pada jaringan komunikasi. Tantangan dalam
menentukan pola komunikasi organisasi adalah bagaimana menyampaikan
informasi keseluruh bagian organisasi dan bagaimana menerima informasi
dari seluruh bagian organisasi. Untuk itu, menentukan suatu pola
komunikasi yang tepat dalam suatu organisasi merupakan suatu keharusan.
Pola komunikasi yang terjadi dalam organisasi dapat dilihat dalam bentuk
aktivitas rapat umum suatu organisasi. Dimana pola komunikasi yang
terdapat dalam rapat umum tersebut banyak dipengaruhi oleh jaringan
kelompok.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah komunikasi
horizontal yang terjadi serta untuk mengetahui apakah komunikasi horizontal
berperan terhadap efektifitas kerja pegawai.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif yang hanya memaparkan situasi dan peristiwa. Penelitian ini
bertujuan untuk menggambarkan secara tepat suatu keadaan dalam hal ini
kebijakan yang tertuang dalam bentuk aktifitas komunikasi horizontal yang
membentuk efektivitas kerja.
Selasa, 08 November 2011
Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai
Menghadapi masa memasuki era millennium ketiga, instansi dituntut
memiliki core competence yang mampu menghasilkan suistanable competitive
advantage. Salah satu faktor kunci menghasilkan suistanable competitive
advantage adalah tersedianya intellectual human capital yang mempunyai
sifat kreatif. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah, sejauhmana
pengaruh Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja
Pegawai dan sejauhmana
pengaruh budaya organisasi terhadap disiplin kerja.
Penelitian ini menggunakan teori Manajemen Sumber Daya Manusia yang
berkaitan dengan Lingkungan Kerja, Budaya Organisasi, Kinerja, dan
Disiplin Kerja.
Metode penelitian ini dengan pendekatan studi kasus didukung survey dan
jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dan bersifat menguraikan dan
menjelaskan.
Analisis Pengaruh Deskripsi Kerja, Lingkungan Kerja, Dan Pengembangan Karir Terhadap Prestasi Kerja Pegawai
Pegawai
dituntut untuk berprestasi dengan baik. Untuk meningkatkan prestasi
tersebut maka harus diperhatikan deskripsi kerja, lingkungan kerja, dan
pengembangan karir. Rumusan masalah dalam penelitian ini (1) Sejauhmana
pengaruh deskripsi kerja, lingkungan kerja, dan pengembangan karir
terhadap peningkatan karir pegawai? (2)
Sejauhmana pengaruh jalur karir, dan perencanaan karir terhadap
pengembangan karir pegawai?
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori-teori manajemen
sumber daya manusia yang berkaitan dengan deskripsi kerja, lingkungan
kerja, pengembangan karir, prestasi kerja, jalur karir, dan perencanaan
karir.
Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan survei,
jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dan sifat penelitian
ini adalah penjelasan. Metode pengumpulan data dengan wawancara, penyebaran
daftar pertanyaan, dan studi dokumentasi. Model analisis data yang
digunakan untuk menjawab hipotesis pertama dan kedua adalah regresi
linier berganda.
Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Prestasi Kerja Pegawai
Untuk meningkatkan dan mengembangkan instansi/lembaga dalam menjalankan
kegiatannya diperlukan para pegawai yang mempunyai prestasi kerja yang
tinggi. Untuk meningkatkan prestasi kerja pegawai maka harus
diperhatikan lingkungan kerja yang kondusif dan disiplin kerja yang
tinggi pula. Rumusan masalah dalam penelitian ini: (1) Sejauhmana
pengaruh lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap prestasi kerja
pegawai ? (2) Sejauhmana pengaruh kepemimpinan terhadap
disiplin kerja pegawai?
Teori yang digunakan untuk mendukung penelitian ini adalah teori
Manajemen Sumber Daya Manusia yang berkaitan dengan lingkungan kerja,
disiplin kerja, prestasi kerja dan kepemimpinan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan survei,
jenis penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif dan sifat
penelitian ini adalah Penelitian penjelasan. Metode pengumpulan data
dengan wawancara, penyebaran daftar pertanyaan dan studi dokumentasi.
Model analisis data yang digunakan untuk menjawab hipotesis pertama
adalah regresi berganda dan hipotesis kedua regresi sederhana.
Jumat, 04 November 2011
Pengaruh Motivasi Tarhadap Peningkatan Kinerja Pegawai
Setiap perusahaan mempunyai tujuan untuk dapat hidup berkembang dengan
cara mengatasi tantangan baik dari lingkungan eksternal dan internal.
Lingkungan yang mempengaruhi jalannya organisasi sifatnya selalu
berubah. Oleh karena itu, perusahaan memerlukan suatu pola pengaturan
dan pengolahan sumber-sumber ekonomi, faktor-faktor produksi yang
tersedia secara terarah dan terpadu sehingga akan tercapai tujuan
perusahaan tersebut apabila memiliki sumber daya manusia yang
berkualitas dalam pekerjaannya.
Pada dasarnya perusahaan bukan saja mengharapkan pegawai yang mampu,
cakap dan terampil, tetapi yang terpenting mereka mau bekerja giat dan
berkeinginan untuk mencapai hasil kerja yang optimal. Kemampuan,
kecakapan dan keterampilan pegawai tidak ada artinya bagi perusahaan
jika mereka tidak mau bekerja keras dengan mempergunakan kemampuan,
kecakapan dan keterampilan yang dimilikinya. Oleh karena itu, motivasi
penting karena dengan motivasi ini diharapkan setiap individu pegawai
mau bekerja keras dan antusias untuk mencapi prestasi kerja yang tinggi.
Pada suatu perusahaan, perasaan tak puas akan lebih cepat ketahuan pada
diri pegawai daripada perasaan puas. Sama halnya dengan perilaku yang
terjadi secara umum, keluhan cenderung lebih cepat muncul daripada
kepuasan. Oleh karena itu, motivasi merupakan hal yang perlu dilakukan
untuk dapat memperbaiki kinerja pegawai tersebut. Dalam hal ini, peranan
pimpinan sangat diperlukan khusus dalam memberikan motivasi kepada
pegawai. Pimpinan hendaknya memberikan perhatian khusus terhadap
pegawai dan dapat menciptakan suatu kondisi kerja yang dapat
meningkatkan semangat kerja mereka.
Peranan Fasilitas Kerja Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai
Perkembangan teknologi yang semakin maju menuntut manusia untuk
bertindak semakin cepat dengan memperhatikan efisiensi disegala bidang,
dalam menghadapi perkembangan tersebut tentu saja diperlukan fasilitas
dan peralatan dalam kesiapan sarananya. Kalangan dunia usaha baik
instansi pemerintah maupun instansi swasta dalam melakukan usaha sangat
mengandalkan fasilitas atau peralatan kerja untuk menyelesaikan suatu
pekerjaan dengan efisien dan hasil kerja yang optimal. Dengan itu,
diperlukan Sumber Daya Manusia dalam mengoperasikan fasilitas atau
peralatan kerja tersebut. Pengembangan Sumber Daya Manusia dapat
meningkatkan efektivitas kerja pegawai, sehingga dapat membentuk tenaga
kerja yang produktif, terampil, dan profesional yang bekerja secara
efektif dan efesien.
Efektivitas adalah pencapaian tujuan secara tepat atau memilih
tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternatif suatu kegiatan
tertentu untuk untuk meningkatkan mutu kerja pegawai (Anoraga, 2000 :
178). Efektivitas sering pula dikaitkan dengan cara sistem yang efisien,
sehingga proses produksi berlangsung tepat waktu dan dengan demikian
tidak diperlukan kerja lembur dengan segala implikasinya, terutama
biaya. Efisiensi proses kerja, tingkat efektivitas penggunaan teknologi
perkantoran, dan kenyamanan lingkungan tempat mereka bekerja secara
langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi kinerja pegawai dalam
menyelesaikan tugas yang dibebankan. Disamping hal tersebut terdapat
pula berbagai faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja, diantaranya
adalah : Sikap mental, pendidikan, keterampilan, manajemen, hubungan
industrial pancasila, tingkat penghasilan, jaminan sosial, lingkungan
dan iklim kerja, sarana produksi, teknologi dan kesempatan berprestasi.
Langganan:
Postingan (Atom)